SEKENARIO PERSIDANGAN KASUS PERDATA - HIBAH | BLOG HUKUM

Sedang Online

Thursday, 20 August 2015

SEKENARIO PERSIDANGAN KASUS PERDATA - HIBAH







SKENARIO SIDANG PRAKTEK PERDATA
PERKARA PEMBATALAN HIBAH PENGADILAN NEGERI

SIDANG I GUGATAN      : Rabu, 17 Juni 2015
Panitera              : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   17   Juni   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
Hakim Ketua      : Sidang   perkara   perdata      No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang
perkara gugatan pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan
Sutasmi sebagai TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum
 (ketok  3X)………  Betul saudara  adalah  KH Penggugat?
KH Penggugat   : Iya , benar Yang Mulia….
Hakim Ketua      : Betul saudara adalah KH Tergugat?
KH Tergugat      : Iya , benar Yang Mulia….
Hakim Ketua      : Saudara KH Pengguat, apakah betul ini surat kuasa dan surat ijin saudara?
KH Penggugat   : (Maju melihat dan memeriksa) Iya benar Yang Mulia.
Hakim Ketua      :  Saudara  KH  Tergugat,  apakah betul ini surat kuasa dan surat ijin saudara?
KH Tergugat      : (Maju melihat dan memeriksa) Iya benar Yang Mulia.
            Hakim Ketua             : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk memulai persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk memulai persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Sebelum persidangan ini dilanjutkan, Majelis menawarkan kepada para pihak, agar
melakukan upaya perdamaian, bagaimana dengan pihak Penggugat?
KH Penggugat   : Kami mohon agar sidang tetap dilanjutkan, dan kami akan tetap mengusahakan
perdamaian dengan pihak Tergugat.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan pihak Tergugat?
KH Tergugat      : Kami juga mohon agar sidang tetap dilanjutkan, dan kami akan tetap mengusahakan
perdamaian dengan pihak Penggugat.
Hakim Ketua      :   Baiklah,   sidang  akan   dilanjutkan   dengan   agenda  pembacaan   surat   gugatan
Penggugat. Apakah pihak Tergugat sudah menerima salinan Surat Gugatan?
KH Tergugat      : Sudah , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Kepada KH Penggugat, dipersilahkan membaca gugatannya
KH Penggugat  : Baik Yang Mulia (Membacakan Gugatan)
Hakim Ketua      : Saudara KH Penggugat, apakah ada perubahan atas Gugatan yang telah diajukan?
KH Penggugat   : Tidak , Yang Mulia, kami tetap pada gugatan kami semula.
            Hakim Ketua             :  Apakah  saudara  KH  Tergugat  akan mengajukan  jawaban  atas  gugatan  pihak
Penggugat?
            KH Tergugat              : Iya , Yang Mulia, dan oleh karena itu, kami meminta waktu selama 7 hari untuk
menyiapkan Jawaban.
Hakim Ketua                           : Bagaimana saudara KH Penggugat, apakah saudara setuju dengan waktu yang diminta
oleh KH Penggugat?
KH Tergugat      : Setuju , Yang Mulia.









<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>>

Hakim Ketua      : Baiklah, karena pihak Tergugat belum siap dengan Jawabanya maka sidang hari ini
ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2015
 jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu Pengadilan Negeri Surabayadengan 
agenda sidang pembacaan JAWABAN KH Tergugat, dan kepada para pihak diperintahkan 
agar datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan 
ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.


SKENARIO SIDANG PRAKTEK PERDATA
PERKARA PEMBATALAN HIBAH PENGADILAN NEGERI

SIDANG II JAWABAN-T: Rabu, 24 Juni 2015
Panitera              : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   24   Juni   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
Hakim Ketua      : Sidang   perkara   perdata      No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang
perkara gugatan pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan
Sutasmi sebagai TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum
 (ketok  3X)………  
            Hakim Ketua             : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk memulai persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk memulai persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Sebelum persidangan ini dilanjutkan, Majelis menawarkan kepada para pihak, agar
melakukan upaya perdamaian, bagaimana dengan pihak Penggugat?
KH Penggugat   : Kami mohon agar sidang tetap dilanjutkan, dan kami akan tetap mengusahakan
perdamaian dengan pihak Tergugat.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan pihak Tergugat?
KH Tergugat      : Kami juga mohon agar sidang tetap dilanjutkan, dan kami akan tetap mengusahakan
perdamaian dengan pihak Penggugat.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dan sesuai dengan perintah sidang yang lalu, maka
agenda sidang hari ini adalah pembacaan JAWABAN dari pihak Tergugat. Apakah
saudara KH Penggugat sudah siap dengan Jawabanya?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Kepada KH Penggugat dipersilahkan untuk membacakan Jawabanya
KH  Tergugat   : Baik Yang Mulia (Membacakan Jawaban)
Hakim Ketua      : Saudara KH Penggugat, setelah anda mendengarkan Jawaban Gugatan dari pihak
Tergugat, apakah anda akan mengajukan Replik atas Jawaban Gugatan Tergugat
tersebut?
            KH Penggugat  : Iya , Yang Mulia, dan oleh karena itu, kami meminta waktu selama 7 hari untuk
menyiapkan Replik..
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Tergugat, apakah saudara setuju dengan waktu yang diminta
oleh KH Penggugat?
KH Tergugat      : Setuju , Yang Mulia.









<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>>

Hakim Ketua      : Baiklah, karena pihak Penggugat belum siap dengan Repliknya maka sidang hari ini
ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2015
 jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu Pengadilan Negeri Surabayadengan 
agenda sidang pembacaan REPLIK KH Penggugat, dan kepada para pihak diperintahkan 
agar datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan 
ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.



PREMEMORI

SIDANG III REPLIK-P : Rabu, 1 Juli 2015
            Panitera                         :   Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   1   Juli   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
Hakim Ketua      : Sidang   perkara   perdata      No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang
perkara gugatan pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan
Sutasmi sebagai TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum
                   (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Penggugat   : Siap, Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap, Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dan sesuai dengan perintah sidang yang lalu, maka
agenda sidang hari ini adalah pembacaan REPLIK dari pihak Penggugat. Apakah
saudara KH Penggugat sudah siap dengan Repliknya?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Kepada KH Penggugat dipersilahkan untuk membacakan Repliknya.
KH Penggugat   :   Baik, Yang Mulia  (membacakan   Replik   PREMEMORI,   dan   setelah   itu
menyerahkannya, yang pertama kepada hakim dulu baru kepada KH Tenggugat )
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Tergugat, apakah anda akan mengajukan Duplik atas Replik
yang telah dibacakan oleh KH Penggugat

KH Tergugat      : Iya , Pak Hakim, dan oleh karena itu, kami meminta waktu selama 7 hari untuk
menyiapkan Duplik..
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Penggugat, apakah anda setuju dengan waktu yang diminta
oleh KH Tergugat?
KH Penggugat   : Setuju , Pak Hakim.















<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>>

Hakim Ketua      : Baiklah, karena pihak Penggugat belum siap dengan Repliknya maka sidang hari ini
ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2015
 jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu Pengadilan Negeri Surabayadengan 
agenda sidang pembacaan DUPLIK KH Tergugat, dan kepada para pihak diperintahkan 
agar datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan 
ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.


PREMEMORI

SIDANG IV DUPLIK-T : Rabu, 8 Juli 2015
            Panitera                      : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   8 Juli   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
            Hakim Ketua    : Sidang   perkara   perdata No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang perkara gugatan
pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan Sutasmi sebagai
TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah PH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
PH Penggugat    : Siap , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dan sesuai dengan perintah sidang yang lalu maka
agenda sidang hari ini pembacaan DUPLIK dari pihak Tergugat. Apakah saudara
KH Tergugat sudah siap dengan Dupliknya?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Kepada KH Tergugat dipersilahkan untuk membacakan Dupliknya.
KH Tergugat      :  Baik, Yang Mulia (membacakan  DUPLIK  <<PREMEMORI>>,  dan  setelah  itu
menyerahkannya, yang pertama  kepada hakim dulu baru kepada KH Penggugat )
Hakim Ketua                         : Bagaimana saudara KH Penggugat, apakah anda akan mengajukan jawaban atau
tanggapan atas Duplik dari KH Tergugat?
KH Penggugat   : Kami tetap pada gugatan kami semula.
Hakim Ketua      : Apakah saudara sudah siap untuk mengajukan bukti-bukti?
KH Penggugat   : Belum , Yang Mulia, untuk itu kami mohon agar diberikan waktu selama 7 hari
untuk menyiapkan bukti-bukti tersebut.

<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>


Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Tergugat, apakah anda setuju dengan waktu yang diminta
oleh KH Penggugat?
KH Tergugat      : Setuju , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, untuk itu sidang hari ini ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada
hari Rabu tanggal 15 Juli 2015  jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu
Pengadilan  Negeri Surbaya,  dengan  agenda  sidang Pengajuan  bukti-
bukti  oleh  KH  Penggugat,  dan  kepada  para  pihak  diperintahkan  agar  datang
menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.





PREMEMORI

SIDANG V BUKTI & SAKSI-P: Rabu, 15 Juli 2015
            Panitera                      : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   15 Juli   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
            Hakim Ketua    : Sidang   perkara   perdata No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang perkara gugatan
pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan Sutasmi sebagai
TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan, dan sesuai dengan perintah sidang yang lalu maka
agenda sidang hari ini adalah pengajuan bukti-bukti dari pihak Penggugat. Apakah
saudara KH Penggugat sudah siap dengan Bukti-buktinya?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia. Pada sidang hari ini saya akan mengajukan bukti tertulis berupa
surat dan mengajukan saksi.
Hakim Ketua      : Kepada PH Penggugat dipersilahkan untuk menunjukkan bukti-bukti suratnya.
KH Penggugat   : Baik, Yang Mulia (menyerahkan bukti-bukti surat kepada hakim, 2 rangkap, 1 asli
dan 1 fotocopy segel. Yang asli di bawa lagi sama KH)
Hakim Ketua      : Saudara KH Tergugat silahkan melihatnya.
KH Tergugat      : Baik , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Penggugat, apakah anda juga sudah siap untuk mengajukan
saksi-saksi?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Berapa orang saksi yang akan anda ajukan ke persidangan?
KH Penggugat   : 2 orang saksi , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Majelis Hakim mempersilahkan kepada KH Penggugat untuk menghadapkan para
saksi ke muka persidangan.
KH Penggugat   :  Kepada  panitera  dimohon  untuk  memanggil  saksi  (  saksi  I  maju  ke  ruangan
....................................          ………………) ke ruang sidang.
Panitera              : Para saksi dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruang sidang.
Hakim Ketua      : Kepada para saksi, apakah anda berdua dalam keadaan sehat jasmani dan rohani?
Saksi I                : Iya , Pak Hakim, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Saksi II               : Iya , Pak Hakim, saya juga dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Hakim Ketua      : Kepada para saksi, bisakah anda menunjukkan identitas anda?
Saksi I&2           : Bisa , Pak Hakim. (maju menyerahkan identitas kepada hakim….duduk kembali)
Hakim Anggota : (Bertanya kepada saksi INama Anda? Tempat Tanggal lahir? Umur? Agama?
Alamat? Pekerjaan? Apakah anda kenal dengan Penggugat dan Tergugat?
Saksi I                : …………………………. .............    Kenal……………………………..
Hakim Anggota : (Bertanya kepada saksi II) Nama Anda? Tempat Tanggal lahir? Umur? Agama?
Alamat? Pekerjaan? Apakah anda kenal dengan Penggugat dan Tergugat?
Saksi II               : …………………………. .............    Kenal……………………………..
Hakim Ketua      : Sebelum anda dimintai keterangan, apakah anda bersedia untuk disumpah?
Saksi I&II          : Bersedia , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Silahkan Hakim Anggota.
Hakim Anggota : Silahkan anda berdiri dan ikuti kata-kata saya. (Rohaniawan bawa Al-Quran)
Hakim Anggota : “Demi Allah Saya Bersumpah, bahwa saya akan menerangkan hal yang sebenarnya,
dan tidak lain dari pada yang sebenarnya”
Hakim Anggota : Silahkan anda duduk kembali.
Hakim Ketua      : Kepada Saksi I, silahkan anda menempati tempat yang telah disediakan dan kepada
saksi II silahkan anda menunggu diluar.
Saksi II               : baik , Pak Hakim (keluar ruang sidang)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada hakim anggota) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaI: Iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi I                : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada Hakim anggota II) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaII: iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi I                : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : Saudara PH Penggugat, apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
PH Penggugat    : iya , Pak Hakim (pertanyaan terlampir)…… cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      :  Bagaimana  dengan  saudara  PH  Tergugat,   apakah  saudara  juga  mempunyai
pertanyaan yang ingin diajukan kepada saksi I?
PH Tergugat       : ada , Pak Hakim. (pertanyaan terlampir)….. cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : saudara saksi I, silahkan mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang.
Saksi I                : (mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang)
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara PH Penggugat, apakah anda menerima keterangan saksi I?
PH Penggugat    : kami menerima dan tidak keberatan dengan keterangan saksi I , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan anda saudara PH Tergugat?
PH Tergugat       : kami tidak menerima keterangan saksi, karena tidak sesuai dengan kenyataan.
Hakim Ketua      : Bagaimana pendapat anda saudara PH Penggugat?
PH Penggugat    : Kami rasa PH Tergugat belum dapat menyatakan untuk tidak menerima keterangan
saksi I karena kami masih memiliki satu saksi lagi yang belum dimintai keterangan.
Oleh  karena itu  kami  mohon  kepada Majelis  Hakim  untuk  menghadirkan  saksi
kedua.
Hakim Ketua      : Majelis Hakim mempersilahkan kepada PH Penggugat untuk menghadapkan saksi
kedua ke muka persidangan.
PH Penggugat    : Mohon kepada Panitera agar memanggil saksi II ke ruang sidang.
Panitera              : Kepada saksi kedua di persilahkan untuk masuk ke ruang sidang.
Hakim Ketua      :. (bertanya kepada hakim anggota : apakah anda akan mengajukan pertanyaan?)
Hakim AnggotaI: Iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi II               : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada Hakim anggota II) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaII: iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir
Saksi II               : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : Saudara PH Penggugat, apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
PH Penggugat    : iya , Pak Hakim (pertanyaan terlampir)…… cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      :  Bagaimana  dengan  saudara  PH  Tergugat,  apakah  saudara  juga  mempunyai
pertanyaan yang ingin diajukan kepada saksi I?
PH Tergugat       : ada , Pak Hakim. (pertanyaan terlampir)….. cukup , Pak Hakim
Hakim Ketua      : saudara saksi, silahkan mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang.
Saksi II               : (mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang)
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara PH Penggugat, apakah anda menerima keterangan saksi II?
PH Penggugat    : kami menerima dan tidak keberatan dengan keterangan saksi II , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan anda saudara PH Tergugat?
PH Tergugat       : kami juga menerima dan tidak keberatan dengan keterangan saksi II , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Saudara KH Penggugat, apakah masih ada bukti dan saksi yang ingin anda ajukan
ke muka persidangan?
KH Penggugat   : Tidak ada , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Saudara KH Tergugat, apakah anda juga sudah siap untuk mengajukan bukti-bukti
dan menghadirkan saksi-saksi?
KH Tergugat      : Belum , Yang Mulia, untuk itu kami mohon agar diberikan waktu selama 21 hari
untuk menyiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi tersebut.

<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>>

Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Penggugat, apakah anda setuju dengan waktu yang diminta



oleh KH Penggugat?
KH Penggugat   : Setuju , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, untuk itu sidang hari ini ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada
hari Rabu tanggal 29 Juli 2015  jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu
Pengadilan  Negeri Surbaya,  dengan  agenda  sidang Pengajuan  bukti-
bukti  oleh  PH  Penggugat,  dan  kepada  para  pihak  diperintahkan  agar  datang
menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.


PREMEMORI

SIDANG VI BUKTI& SAKSI - T: Rabu, 29 Juli 2015
            Panitera                      : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   29 Juli   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
            Hakim Ketua    : Sidang   perkara   perdata No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang perkara gugatan
pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan Sutasmi sebagai
TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pengajuan bukti-bukti dari pihak
Tergugat. Apakah saudara KH Tergugat sudah siap dengan Bukti-buktinya?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Kepada KH Tergugat dipersilahkan untuk menunjukkan bukti-bukti suratnya.
KH Tergugat      : Baik , Yang Mulia (menyerahkan bukti-bukti surat kepada hakim, 2 rangkap, 1 asli
dan 1 fotocopy segel. Yang asli di bawa lagi sama KH))
Hakim Ketua      : Saudara KH Penggugat silahkan melihatnya.
KH Penggugat   : Baik , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara KH Tergugat, apakah anda juga sudah siap untuk mengajukan
saksi-saksi?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Berapa orang saksi yang akan anda ajukan ke persidangan?
KH Tergugat      : 2 orang saksi , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Majelis Hakim mempersilahkan kepada KH Tergugat untuk menghadapkan para
saksi ke muka persidangan.
KH Tergugat      : Kepada panitera dimohon untuk memanggil saksi (………………) ke ruang sidang.
Panitera              : Para saksi dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruang sidang.
Hakim Ketua      : Kepada para saksi, apakah anda berdua dalam keadaan sehat jasmani dan rohani?
Saksi I                : Iya , Pak Hakim, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Saksi II               : Iya , Pak Hakim, saya juga dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Hakim Ketua      : Kepada para saksi, bisakah anda menunjukkan identitas anda?
Saksi I&2           : Bisa , Pak Hakim. (maju menyerahkan identitas kepada hakim….duduk kembali)
Hakim Ketua      : (Bertanya kepada saksi I) Nama Anda? Tempat Tanggal lahir? Umur? Agama?
Alamat? Pekerjaan? Apakah anda kenal dengan Penggugat dan Tergugat?
Saksi I                : …………………………. .............    Kenal……………………………..
Hakim Ketua      : (Bertanya kepada saksi II) Nama Anda? Tempat Tanggal lahir? Umur? Agama?
Alamat? Pekerjaan? Apakah anda kenal dengan Penggugat dan Tergugat?
Saksi II               : …………………………. .............    Kenal……………………………..
Hakim Ketua      : Sebelum anda dimintai keterangan, apakah anda bersedia untuk disumpah?
Saksi I&II          : Bersedia , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Silahkan Hakim Anggota.




Hakim Anggota : Silahkan anda berdiri dan ikuti kata-kata saya. (Rohaniawan bawa Al-Quran)
Hakim Anggota :    Demi  Allah  Saya  Bersumpah,  bahwa  saya  akan  menerangkan  hal  yang
sebenarnya, dan tidak lain daripada yang sebenarnya”
Hakim Anggota : Silahkan anda duduk kembali.
Hakim Ketua      : Kepada Saksi I, silahkan anda menempati tempat yang telah disediakan dan kepada
saksi II silahkan anda menunggu diluar.
Saksi II               : baik , Pak Hakim (keluar ruang sidang)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada hakim anggota) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaI: Iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi I                : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada Hakim anggota II) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaII: iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi I                : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : Saudara PH Tergugat, apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
PH Penggugat    : iya , Pak Hakim (pertanyaan terlampir)…… cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      :  Bagaimana  dengan  saudara  PH  Penggugat,  apakah  saudara  juga  mempunyai
pertanyaan yang ingin diajukan kepada saksi I?
PH Penggugat    : ada , Pak Hakim. (pertanyaan terlampir)….. cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : saudara saksi I, silahkan mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang.
Saksi I                : (mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang)
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara PH Tergugat, apakah anda menerima keterangan saksi I?
PH Tergugat       : kami menerima dan membenarkan keterangan saksi I , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan anda saudara PH Tergugat?
PH Penggugat    : kami tidak menerima keterangan saksi, karena tidak sesuai dengan kenyataan.
Hakim Ketua      : Bagaimana pendapat anda saudara PH Tergugat?
PH Tergugat       : Karena kami masih memiliki satu orang saksi lagi; maka kami mohon agar majelis
hakim mengijinkan kami untuk menghadirkan saksi berikutnya ke ruang sidang
untuk didengar keterangannya.
Hakim Ketua      : Majelis Hakim mempersilahkan kepada PH Penggugat untuk menghadapkan saksi
kedua ke muka persidangan.
PH Penggugat    : Mohon kepada Panitera agar memanggil saksi II ke ruang sidang.
Panitera              : Kepada saksi kedua di persilahkan untuk masuk ke ruang sidang.
Hakim Ketua      :. (bertanya kepada hakim anggota : apakah anda akan mengajukan pertanyaan?)
Hakim AnggotaI: Iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi II               : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : (bertanya kepada Hakim anggota II) apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
Hakim AnggotaII: iya , Pak Hakim (mengajukan pertanyaan terlampir)
Saksi II               : (menjawab pertanyaan terlampir)
Hakim Ketua      : Saudara PH Tergugat, apakah anda akan mengajukan pertanyaan?
PH Tergugat       : iya , Pak Hakim (pertanyaan terlampir)…… cukup , Pak Hakim.
Hakim Ketua      :  Bagaimana  dengan  saudara  PH  Penggugat,  apakah  saudara  juga  mempunyai
pertanyaan yang ingin diajukan kepada saksi I?
PH Tergugat       : ada , Pak Hakim. (pertanyaan terlampir)….. cukup , Pak Hakim
Hakim Ketua      : saudara saksi, silahkan mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang.
Saksi II               : (mengambil identitas dan meninggalkan ruang sidang)
Hakim Ketua      : Bagaimana saudara PH Tergugat, apakah anda menerima keterangan saksi II?
PH Tergugat       : kami menerima dan tidak keberatan dengan keterangan saksi II , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan anda saudara PH Penggugat?
PH Penggugat    : kami juga menerima dan tidak keberatan dengan keterangan saksi II , Pak Hakim.
Hakim Ketua      : Saudara KH Tergugat, apakah masih ada bukti dan saksi yang ingin anda ajukan ke
muka persidangan?
KH Tergugat      : Tidak ada , Yang Mulia.




Hakim Ketua      : Apakah KH Penggugat akan menyampaikan kesimpulan?
KH Penggugat   : Iya , Pak Hakim, untuk itu kami mohon agar diberikan waktu selama 7 hari untuk
menyiapkan kesimpulan.
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat juga akan menyampaikan kesimpulan?
KH Tergugat      : Iya , Pak Hakim, untuk itu kami juga mohon agar diberikan waktu selama 7 hari
untuk menyiapkan kesimpulan.

<< HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU>>

Hakim Ketua      : Baiklah, untuk itu sidang hari ini ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada
hari Rabu tanggal 5 Agustus 2015 jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu
Pengadilan Negeri Surabaya,   dengan   agenda  sidang  penyampaian
kesimpulan  dari  para  pihak  dan  kepada  para  pihak  diperintahkan  agar  datang
menghadap sidang tanpa dipanggil kembali. Sidang dinyatakan ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.


PREMEMORI

SIDANG VI-KESIMPULASN P&T : Rabu, 5 Agustus 2015
            Panitera                      : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   5 Agustus   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
            Hakim Ketua    : Sidang   perkara   perdata No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang perkara gugatan
pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan Sutasmi sebagai
TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah KH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Baiklah, sidang akan dilanjutkan, dan sesuai dengan perintah agenda sidang yang
lalu maka agenda sidang hari ini adalah Penyampaian Kesimpulan. Apakah saudara
KH Penggugat sudah siap untuk menyampaikan kesimpulan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia. (maju menyerahkan pada hakim).
Hakim Ketua      : Bagaimana dengan saudara KH tergugat,  apakah saudara juga sudah siap untuk
menyampaikan kesimpulan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia. (maju menyerahkan pada hakim)

JANGAN LUPA HAKIM KETUA DAN HAKIM ANGGOTA BERUNDING DULU
Hakim Ketua      :  Sidang hari ini ditunda dan sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal
19 Agustus  jam 09.00 WIB di tempat yang sama, yaitu Pengadilan Negeri Surabaya
dengan agenda sidang Pembacaan putusan dan kepada para pihak  diperintahkan  
agar  datang  menghadap  sidang  tanpa  dipanggil  kembali. Sidang dinyatakan 
ditutup (ketuk 1X).
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.








PREMEMORI

SIDANG VIII PUTUSAN - HAKIM : Rabu, 19 Agustus
            Panitera                      : Pada   hari   ini,   Rabu,   tanggal   19 Agustus   2015,   sidang   perkara   perdata
No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby  akan  segera  dimulai,  Majelis  Hakim
akan   memasuki   ruang   sidang,   hadirin   dimohon   berdiri…………..   hadirin
dipersilahkan duduk kembali.
            Hakim Ketua    : Sidang   perkara   perdata No.438/Pdt.G/2015/PN.Sby,   tentang perkara gugatan
pembatalan hibah   antara Soedjito sebagai PENGGUGAT dan Sutasmi sebagai
TERGUGAT dinyatakan dibuka dan terbuka untuk  umum (ketok  3X)………  
Hakim Ketua      : Apakah PH Penggugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Penggugat   : Siap , Yang Mulia
Hakim Ketua      : Apakah KH Tergugat sudah siap untuk melanjutkan persidangan?
KH Tergugat      : Siap , Yang Mulia.
Hakim Ketua      : Sesuai dengan perintah agenda sidang yang lalu, maka agenda sidang hari ini adalah
Pembacaan Putusan dan diperintahkan kepada para pihak untuk memperhatikan isi
putusan.




MEMBACAKAN PUTUSAN
: Atas putusan Majelis Hakim, para pihak dapat menanggapi isi putusan dan diberi
kesempatan untuk mempergunakan hak-haknya. Apabila tidak puas dengan putusan
Majelis Hakim ini, maka dapat mengajukan banding dalam jangka waktu 14 hari
sejak putusan ini dibacakan.
Hakim Ketua      :  Terimakasih atas perhatian para pihak dan para hadirin dalam sidang perkara ini.
Dengan ini sidang dinyatakan ditutup. (ketuk 3x)
Panitera              : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.





Singkat Cerita
I sampai dengan IV adalah proses jawab menjawab.. melalui surat…
Sidang ke V dan VI adalah inti dari Praktek Persidangan Perdata Pembatalan Hibah PN ini…

Karena ada 2 (dua) nama..


Membuat pertanyaan terlampir… Mulai sidang ke V (lima) dan VI (enam) merupakan kewenangan
Kuasa Hukum Tergugat dan Kuasa Hukum Penggugat..


2 comments:

  1. mas, sebenernya tata urutan persidangan kasus perdata itu lengkapnya apa seperti tersebut di atas ?

    lalu, apa relevansinya dengan "peninjauan ke obyek yang disengketakan" ?
    kenapa harus ada "peninjauan ke obyek sengketa" (kebetulan kasus yg kami hadapi sama seperti contoh kasus di atas) ?

    sedangkan "peninjauan ke obyek sengketa" pada kasus yg kami hadapi TANPA melalui tahapan sidang bukti dan saksi.
    untuk meninjau apa ?
    posisi kami saat ini dijadikan tergugat, sedangkan kami memiliki dan menyimpan dokumen yang menjadi dasar hukum yg sah atas kepemilikan properti yang sedang diributkan oleh penggugat dan kuasa hukumnya.
    kami tidak didampingi oleh pengacara/kuasa hukum karena keterbatasan finansial keluarga kami memaksa kami tidak mampu membayar jasa pengacara/kuasa hukum.

    bukankah setiap tahapan persidangan seharusnya melewati tahapan sidang pembuktian dan saksi dulu sebelum melakukan peninjauan ke obyek yang disengketakan ?

    apa yang harus kami lakukan terkait perintah hakim yang langsung meminta untuk peninjauan obyek sengketa ? ditambah pula, semua pihak yang berperkara untuk hadir di lokasi obyek yang disengketakan.

    terus terang, saya jadi bingung.
    mereka mau meninjau apa dan untuk apa ?
    bukankah sudah cukup dengan menunjukkan bukti2 otentik kepemilikan (SHM & akta jual beli) ?

    kami saat ini merasa terintimidasi oleh mereka para penggugat dan kuasa hukumnya. dan tidak tahu harus menjawab apa atau bertanya apa pada majelis hakim, karena memang kami sedang buta hukum begituan dan tata cara bersidang/berperkara.

    mohon bantuan untuk menjawabnya, mas..
    terima kasih.

    ReplyDelete